Minggu, 20 Mei 2012

cokelat dapat membunuh seekor anjing


cokelat adalah sebuah makanan yang dinilai enak dan lezat oleh banyak orang dan hampir tidak bermasalah pada kesehatan kita. kemungkinannya hanya dapat merusak gigi, tapi itu bukan sebuah permasalahan bagi seorang pecinta cokelat.
Tetapi bagi anjing peliharaan kita, ternyata coklat sangat berbahaya karena zat yang terkandung didalamnya. Coklat mengandung zat kafein dan zat theobromine. zat theobromine ternyata zat yang sangat beracun untuk anjing kesayangan kita. Banyak orang meremehkan dan tetap memberikan coklat sebagai snack pada anjing peliharaannya. Mereka biasanya bilang “anjing saya sudah terbiasa dan sangat doyan dengan coklat , tetapi tidak pernah ada masalah”. Padahal, setiap tahun khususnya di Amerika banyak kasus kematian anjing yang dilaporkan yang disebabkan oleh coklat. Anjing yang keracunan coklat terserang sakit perut yang luar biasa dan biasanya disertai dengan muntah-muntah darah. Muntahannya biasanya berbau coklat. Kemudian anjing akan mengeluarkan cairan liur yang berlebihan, gelisah, dan sulit untuk berdiri atau berjalan karena tubuh terasa kaku dan kejang. Rasa haus akan meningkat padahal air liur terus keluar, anjing akan minum terus sampai kemudian muntah lagi.
Kalau tidak segera diberi pertolongan, keadaan anjing akan menjadi lebih parah lagi seperti meningkatnya pernafasan, tremor otot, tubuh kaku, air kencing mengandung darah, gusi membiru, kejang-jkejang, dan akhirnya mati.Biasanya, dokter hewan kalau melihat gejala-gejala tersebut kebanyakan memvonis anjing terkena penyakit distemper syaraf atau parvo karena gejalanya hampir sama. Nah, di Indonesia jarang sekali dilaporkan anjing mati karena serangan racun coklat tetapi lebih sering dilaporkan karena serangan distemper syaraf, parvo atau keracunan obat serangga. Tidak ada obat yang bisa menawarkan racun coklat. Biasanya oleh dokter anjing hanya diinfus dan diberi tambahan oksigen agar anjing dapat bertahan sampai racun coklat tersebut hilang dengan sendirinya.. Jumlah dan jenis coklat yang dimakan dan tingkat toleransi pada anjing juga menentukan . Tapi, untuk membunuh seekor anjing yang beratnya sekitar 10 Kg dibutuhkan rata-rata 250 gram coklat saja.

chondro, ular unik yang hanya ada di indonesia


Green Tree Python (Morelia Viridis) atau yang biasa dikenal dengan nama Chondro hanya banyak terdapat di Papua, Irian Jaya, New Guinea. Ular Chondro tinggal di habitat yang lembab dan bagian tropis yang hangat. Chondro termasuk satwa yang mulai langka di tempat asalanya karena penghancuran habitat, perdagangan kulitnya & diburu untuk makanan dan obat kulit. Seperti kebanyakan ular pohon, chondro memangsa binatang pengerat (tikus, mencit) dan unggas kecil. Chondro dewasa berukuran panjang hingga 2,1 meter untuk specimen yang besar, sedangkan untuk specimen yang medium, chondro bisa mencapai panjang 1.8 meter. Chondro suka bergelung di pohon, melingkarkan diri dengan kuat di cabang pohon.
Chondro memiliki lubang thermosensory di sepanjang labial atas dan bawah. Kebanyakan Chondro berwarna hijau cerah tapi ada beberapa chondro dewasa yang berwarna biru atau kuning (chondro canary). Sebagian besar Chondro memiliki serangkaian titik putih / biru dan atau bintik lateral yang jelas terlihat. Bayi chondro memiliki warna yang sangat variable. Bayi chondro bisa berwarna merah bata, kuning lemon hingga coklat. Anehnya, semua warna ini bisa ditemukan di clutch telur yang sama.
Nama ilmiah Morelia Viridis baru didapatkan pada tahun 1994, sebelumnya nama ilmiah chondro adalah Chondropython viridis. Penggantian nama ini menunjukkan kekerabatan chondro yang sangat dekat dengan carpet python. Bayi chondro bisa berubah warna secara drastis dan ini dimulai saat bayi chondro berumur beberapa minggu hingga berumur 2 tahun. Musim kawin chondro biasanya terjadi pada akhir bulan Agustus hingga akhir bulan Desember dan chondro bertelur sekitar akhir bulan November hingga Februari. Chondro betina harus memiliki tempat untuk bertelur yang menggantung atau telur akan jatuh ke tanah. Masa inkubasi telur chondro adalah 39 hingga 65 hari.
Chondro mencari mangsa di tanah pada malam hari dan tidur di siang hari. Lubang thermosensory membantu mereka mengenali perubahan suhu. Contohnya, jika ada hewan yang bersuhu tubuh hangat mendekati jangkauannya, chondro akan dapat mengenali perubahan suhunya.
Secara keseluruhan, chondro adalah ular yang cantik & sangat popular. Warnanya bervariasi & indah. Tapi walaupun ukurannya cocok sebagai hewan peliharaan, chondro memiliki temperamen yang agak liar. Maka dari itu, dianjurkan hanya yang punya kesabaran dan mungkin sudah berpengalaman yang sebaiknya memelihara chondro.






cicak berpotensi meraup dollar


Tidak terpikirkan potensinya, padahal banyak
dibutuhkan di AS dan Eropa.

Cicak (Hemydactylus frenatus), hewan melata kecil yang
senang merayap-rayap di dinding itu memang senangnya
menangkap nyamuk. Tapi tidak cuma itu bagi H. Mohammad
Hardi. Bagi pengusaha asal Condet Jakarta ini, cicak
juga bisa digunakan untuk menangkap fulus.

Berkat kejeliannya melihat peluang bisnis, cicak yang
di dalam negeri cuma dianggap makhluk remeh dan
pengotor rumah, oleh Hardi berhasil disulap menjadi
komoditas ekspor yang menghasilkan devisa tidak
sedikit. Sebab, di pasar luar negeri, reptil yang satu
ini merupakan hewan piaraan yang lumayan digemari.
Pamornya hanya sedikit di bawah ikan hias atau burung.

Dari reptil kecil ini, perusahaan Firma Hasco yang
dimiliki Hardi mampu menangguk devisa US $ 10-15 ribu
setiap bulannya, atau sekitar Rp 1-1,5 milyar setiap
tahunnya. Memang belum terlalu besar dibandingkan
nilai ekspor komoditas lainnya. Namun cukup banyak
membuka peluang kerja bagi masyarakat.

Untuk memenuhi pasokan yang diminta, Hardi harus
mengerahkan sedikitnya 200 orang pengumpul cicak,
sedangkan setiap pengumpul biasa mempekerjakan sekitar
50 - 100 pemburu cicak. Artinya, perusahaan itu mampu
menyerap tenaga kerja 1.000 - 2.000 orang. Banyaknya
pekerja yang terserap di bisnis tersebut menunjukkan
besarnya peluang ekspor bagi cicak.

Itu baru dari cicak. Padahal di samping hewan itu
Firma Hasco juga kerap mengekspor sejumlah reptil
lainnya seperti kadal, laba-laba dan ular.

Sejak enam tahun lalu, permintaan cicak dari
negara-negara Eropa dan Amerika mulai muncul. Hal ini
menggelitik naluri bisnis Hardi untuk mencoba menekuni
bisnis reptil itu.

Ia menceritakan, "Di luar negeri, cicak digemari
anak-anak. Binatang reptil kecil itu dimasukkan ke
akuarium --tentu tanpa air-- lalu diberi bunga-bunga
plastik, batu, pasir sehingga menarik perhatian. Dari
reptil ini mereka bisa banyak belajar."

Cicak-cicak kecil itu memang bisa merangsang rasa
ingin tahu anak-anak untuk mengetahui binatang reptil
lainnya seperti kadal atau biawak. Jadi selain untuk
hobi ada juga manfaat lain, yaitu sebagai sarana
pendidikan bagi anak-anak. Terkadang juga digunakan
sebagai makanan hewan piaraan lain seperti ular atau
ikas kias Arwana.

Menurut Hardi, bumi Indonesia memiliki banyak jenis
reptil. Saat ini, 17 persen spesies reptil ada di
Indonesia, dengan jumlah kuantitas 15 persen populasi
reptil dunia. Cicak adalah satu di antaranya.
"Beragamnya spesies tersebut sangat sayang jika tidak
dioptimalkan," ujar Hardi.

Permintaan dari luar negeri sudah ada sejak enam tahun
lalu, bahkan terus bermunculan, meski jumlahnya tak
menentu. Sayangnya, pemerintah hanya memberikan kuota
30.000 ekor cicak saja.

Kuota sebesar itu bagi Hardi masih kurang. Karena
menurut hitungannya, jumlah cecak di Indonesia sangat
banyak. "Bisa jadi lebih banyak jika dibandingkan
dengan jumlah penduduk di Indonesia. Jadi kalau jumlah
penduduk 200 juta orang, maka besar kemungkinan jumlah
cicak lebih dari 200 juta ekor," paparnya yakin.

Dengan hitungan seperti itu memang sayang jika tidak
dioptimalkan. "Apalagi populasi cicak tak mudah
berkurang seperti halnya barang tambang," jelas
alumnus sebuah sekolah geologi di Hamburg, Jerman
Barat.

Jumlah ekspor cicak tergantung pada permintaan.
Terkadang bisa mencapai 30.000 ekor cicak. Tiap
bulannya Hardi rata-rata mengekspor 12 kali.

Untuk cicak terbang, ia jual seharga 2 dollar AS,
sedang cicak rumah hanya dijual dua sen dollar AS -
setara dengan harga dua buah burger di Mac Donald
(indeks ekonomi yang paling sering digunakan). Jika ia
bisa mengumpulkan 1.000 ekor saja, berarti sudah bisa
mengantongi dua ribu dolar AS, atau sekitar Rp 16 juta
(dengan asumsi kurs Rp 8.000 per dolar AS). Sedangkan
biaya pengumpulan dan penangkaran yang ia keluarkan
hanya Rp 800.000 saja.
Dari kegiatan ekspor ini, berhasil mempekerjakan paling tidak 200 orang pengumpul dari Jakarta dan luar daerah seperti Cilacap, Jampang Kulon (Sukabumi) sampai Banyuwangi.


source : 
http://www.mail-archive.com

keuntungan di balik hobby ekstrim memelihara reptil

sebagian dari kita tahu bahwa reptil adalah binatang melata yang berbahaya, bahkan berbisa yang dapat melukai dan membunuh seseorang. banyak orang beranggapan bahwa reptil tidak seharusnya di pelihara, bahkan ada yang menanggap bahwa reptil harus dihindari atau di bunuh.tapi dibalik semua itu, reptil memiliki banyak sisi positif atau ada banyak keuntungan dari memelihara reptil. reptil ada beberapa macam seperti : ular, kadal, biawak, gecko, buaya, dll.sekarang semakin banyaknya jumlah pencinta reptil di Indonesia, yang tidak didukung dengan jumlah penangkaran hewan, dapat turut mengancam populasi reptil dari alam bebas. Apalagi, reptil liar itu masih marak diperjualbelikan
reptil yang paling banyak dipelihara adalah ular. seorang peneliti ular bernama Lydia Apririasari menyatakan bahwa ada 350 jenis ular yang teridentifikasi di indonesia.
bagi pecinta reptil, mereka mengatakan banyak sekali keuntungan yang di dapat dari memelihara reptil yaitu, yang pertama adalah kesabaran untuk memeliharanya, karena memelihara reptil tidak semudah kita memelihara anjing atau kucing, memelihara reptil harus penuh kesabaran. kedua, melatih kepekaan, seseorang yang memelihara reptil harus belajar peka terhadap peliharaannya, harus tau saat reptil berada di sisi sensitif yang bisa saja menyerang pemiliknya jika tidak peka dengan kondisi reptil tersebut. ketiga, tidak memakan banyak biaya, seperti halnya kucing dan anjing mereka harus pergi ke salon untuk grooming atau membersihkannya namun reptil hanya dibersihkan sendiri dan tidak merepotkan.
dari sekian banyak pecinta reptil ada juga yang mendapat keuntungan dari segi bisnis, yaitu jual beli reptil yang cukup menguntungkan.



Jumat, 06 Januari 2012

tempat wisata di indonesia



PANTAI PASIR PADI BANGKA BELITUNG


Kepulauan Bangka Belitung atau lebih populer dengan sebutan Babel merupakan provinsi baru dari pecahan Sumatera Selatan. Kepulauan dengan luas 81.724,74 km2 dan berpenduduk 1.000.177 jiwa ini merupakan provinsi yang kaya akan wisata baharinya. Dengan ibukota Pangkal Pinang yang disahkan pada 9 Februari 2002, Kepulauan Babel sejak dahulu terkenal dengan hasil tambang timah dan lada putihnya.
Membicarakan akan wisata baharinya, Babel mempunyai beberapa pantai yang sangat begitu indah dan mempesona. Pantai Pasir Padi merupakan salah satu dari sekian pantai yang menyimpan keindahan yang sangat menawan. Bagi warga Pangkalpinang, kota berpenduduk sekitar 134.000 jiwa, Pasir Padi merupakan satu-satunya tempat wisata pantai di kota itu. Pantai ini terletak di Kecamatan Bukit Intan, Pangkalpinang. Pantai yang menghadap Laut Cina Selatan ini memiliki dasar pantai landai sejauh 100-300 meter ke arah laut. Ombak laut yang begitu tenang membuat pantai itu terasa aman untuk mandi.
Decak kagum terasa ketika melihat keindahan pemandangan pantai dengan lautnya yang membiru serta berpasir bersih memanjang sejauh mata memandang. Sebuah keindahan yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata.
Di pantai ini selain berenang, para wisatawan juga bisa berlayar menuju dua pulau kecil yang terletak sekitar 2 mil dari bibir pantai dengan menggunakan perahu-perahu layar milik nelayan. Dua Pulau tersebut yaitu; Pulau Panjang dan pulau Semajun. Di Pulau Panjang kita bisa melihat kesibukan para keluarga nelayan serta membeli dan menikmati hasil tangkapan mereka seperti; ikan, kepiting, dan sebagainya. Lain halnya di Pulau Semajun, sebuah pulau kecil yang tidak berpenghuni.
Jika hari-hari libur, pantai ini dipenuhi oleh para pengunjung yang ingin berenang atau merasakan hangatnya matahari dengan berjemur. Selain itu, pengunjung rutin yang menikmati keindahan pantai itu adalah puluhan anak muda yang bertempat tinggal di desa-desa sekitar pantai. Mereka datang bukan untuk mandi di pantai atau sekadar berjemur, tetapi bermain sepak bola.
Di pantai mobil-mobil para pengunjung pun dengan bebas berlalu lalang di hamparan pasir pantai. Kerasnya pasir pantai, baik yang basah maupun yang kering, menyebabkan roda tidak amblas ke dalam pasir. Pantai ini pun sering dijadikan arena adu balap motor. Fasilitas-fasilitas penunjang seperti, tempat penginapan, restoran dan tempat pemancingan terdapat disana.
Sebagai propinsi kepulauan, Bangka Belitung memiliki potensi yang sangat besar dalam bidang pariwisata bahari. Hampir semua pantai di Kepulauan ini adalah merupakan tipikal pantai santai yang berpasir putih dengan ombak yang sangat tenang. Pantai-pantai yang sangat landai tersebut masih sangat bersih dan alami karena tingkat polusi tanah dan air yang belum terlalu besar di lingkungan pesisir.

tempat wisata korea selatan part 2 ;)

Jeju-doKorea's Scenic and Mystical"Island of the Spirits"




Jeju-do (also spelled Chejudo) is Korea's largest Island, located well south of the western side of 
the peninsula.  Above is a panorama of Jeju's natural beauty:  under a typically cloudy sky, the 
1950-meter peak of Halla-san dominates its alpine slopes, above jungle-thick coastal forests 
transversed by high gushing waterfalls.  
The whole island is one gigantic volcano, dormant since 1007 CE, with one 
main cone / crater and over 350 smaller ones (called 
eo-reom in the local language; some are quite dramatic).  Where the 
volcanic rock is exposed, the landscape can be surreal.  Some 20 beaches of varying quality encircle Jeju-do.  The main 
island is 1,810 square kilometers, half of which is still naturally forested.  Green tea and semi-tropical fruits are widely grown.

Before its conquest by Korea's Koryeo Dynasty in 1105 CE, Jeju was self-governed in a fairly decentralized way under some 
tribal confederations with names like 
Juho, Supra, Tammora and especially 'Tamna-guk' [guk = country] -- a name once 
banned in the interest of national unity, but now revived and widely used with pride, we noticed.  Conquest by the Mongols (on 
their way to attempt invasion of Japan) soon followed, and they introduced the short strong horses that still run wild over the 
extensive pastures.  Tame horses are now ridden by tourists (
see below); Jeju is the only place in Korea where this is offered.

Jeju has long been known for its "three factors in abundance": wind, women and rocks, and its "three factors lacking": 
beggars, thieves and locked gates.  In the spring of 1948, there was a tragic communist-inspired rebellion against the 
illegitimacy of the American-backed right-wing government in Seoul.  It was put down with such brutality that a large minority of 
all the men on the island was murdered; between ten and twenty thousand islanders met unnatural and unjust deaths.  
Starting in the 1970's, Jeju recovered as Korea's "honeymoon paradise", a conscious imitation of Hawaii.  Many beautiful 
resort-hotels and golf courses (and lower-cost motels and campgrounds) have been built, and It now hosts millions of 
domestic and foreign tourists and conventioneers every year.  It will host the Pacific-Asia Travel Association (
PATA
convention in the spring of 2004.

For thousands of years, Jeju evolved its own native religious customs, similar to other northeast-Asian Shamanist traditions.  
Shamans and the ceremonies they held for the spirits they intuited were central to everyday life and belief.  The mysterious, 
unique, Pacific-island-style 
Dol-harubang [stone grandfather] statues found all over the island (one is below, with me) are the 
most distinctive relic of this original culture; they have become the primary symbol of Jeju traditions (small copies are popular 
souvenir items).  The other most important spirits here were and are the Halla-san-shin [Spirit of Halla Mountain] and the 
Yong-wang [Dragon-King of all waters], representing the two most prominent natural features affecting the people every day.

Mountains, especially the volcanic Halla-san, were respected with regular rituals at unadorned volcanic-rock altars.  No 
depictions of their spirits seem to have been made.  The mainland-Korea custom of painting colorful and complex portraits of 
the San-shin was imported by Korean officials and monks during the 1800's, but didn't really flourish until just recently.  The 
styles of San-shin paintings now found on Jeju-do are indistinguishable from mainland types (many appear to be by the same 
artists), with two notable exceptions on Halla-san.





Rabu, 14 Desember 2011

Is this the end of my struggle, god?

god I love him, love him even more than just love, I was too afraid to lose him but today I like really miss him.


tuhan, aku tau semua salahku. kesalahan yang tidak bisa dia lupa tuhan saat ini bahkan mungkin selamanya :(
aku ga menulis ini untuk meluluhkan hatinya atau mendapat simpati darinya, karna yang aku tau dia sudah tak akan bisa dengan mudah seperti itu lagi.
hari ini aku bagai mati sesaat, terkulai lemas tak berdaya aku tak tau harus berbuat apa-apa lagi tuhan. aku tidak ingin dia pergi dari hidupku
padahal saat ini aku sedang berjuang membuatnya percaya akanku, percaya aku juga bisa berubah lebih baik. sejujurnya aku mengerti dan rubah semuanya karna kamu, kamu motifasiku melakukan semuanya :'(


aku cinta kamu, mungkin lebih dari yang kamu tau, bahkan lebih dari yang dapat kamu bayangkan :( aku mengerti tak akan adalagi yang bisa sepertimu , hanya kamu yang bisa terima apa adanya aku :'(


tuhan aku rasa aku bermimpi, aku ingin bangun tuhan, aku mau dia tetap disini, disampingku, merasakan dan melihat apa yang sebenrnya aku punya untuknya tuhan , yaitu cinta yang tulus yang akan aku jaga sampai akhir hayat :( :'(


tapi tuhan, apabila ini dapat membuatnya bahagia, aku ikhlaskan kebahagiaan ku dengannya hanya untuknya seorang tidak untuk diriku .